Kekalahan
pertama seseorang saat menghadapi masalah adalah dirinya terbawa emosi. Seorang
bijak berkata, “Barangsiapa menyangka bahwa dirinya mempunyai musuh yang lebih
kuat dari pada dorongan nafsunya, berarti ia belum mengenal dirinya dengan
baik.”
Ya, tidak sedikit orang mengawali dengan langkah yang
keliru saat menghadapi masalah. Mereka marah. Emosi mereka terpancing. Mereka
merasa diremehkan hingga nafsu marah mereka bangkit dan mereka tidak mampu
mengendalikannya.
Memanng
tidak ada manusia di dunia ini yang mau punya masalah. Tapi mau atau tidak,
kita semua akan kebagian masalah. Masalah itu timbul karena ada perbedaan atau
kesenjangan antara apa yang diharapkan dan kenyataan hanya akan melakukan dua
hal, yaitu tensi naik dan emosi membludak. Oleh karenanya apa yang perlu kita
lakukan dalam menghadapi masalah?
Sedikitnya ada 4 hal
yang harus kita hindari bila tertimpa masalah:
1.
Mengasingkan
diri.
Biasanya mengasingkan diri dilakukan
oleh seseorang karena merasa minder dan kecewa berat pada dirinya sendiri. Ia
merasa orang lain lebih beruntung dari pada dirinya. Itulah sebabnya ia
menjauhkan diri dari orang lain yang berhasil dan menutup pergaulan dengan
mereka. Ia khawatir bila tetap bergaul dengan orang lain yang berhasil hanya
akan menjadi bahan olok-olokan saja. Tentu saja kekhawatiran ini sama sekali
tidak benar. Oleh karenanya bila tertimpa masalah, janganlah mengasingkan diri
kita justru mengasingkan diri. Salah satunya adalah melakukan bunuh diri.
Hati-hatilah saat kita stress sendirian di pojok ruangan, karena tidak ada yang
tahu apa yang akan terjadipada diri kita selanjutnya.
2. Lepas kontrol.
Emosi yang tidak terkontrol justru hanya
akan menambah masalah baru. Tidak ada masalah yang bisa diselesaikan dengan
emosi yang meledak-ledak. Oleh karenanya tahanlah emosi Anda sebisa mungkin
saat menghadapi masalah.
3.
Mencari
kambing hitam.
Sangat mudah mencari kambing hitam bila
masalah timbul. Tapi kalau kita mengetahui dengan baik, sebetulnya orang yang
terbiasa mencari kambing hitam adalah orang yang malu karena melakukan
kesalahan, lalu mereka mencoba melemparkan kesalahan itu pada orang lain.
Padahal hanya orang-orang pengecut saja yang suka mencari kambing hitam. Mereka
tidak mau jujur pada diri sendiri bahwa mereka telah melakukan kesalahan, dan
justru ini hanya akan semakin memperkeruh masalah.
4.
Menyerah
pada keadaan.
Tidak sedikit orang yang langsung
terjatuh lemas begitu mendapat masalah. Semangat mereka rontok dan mereka
langsung menyerah pada saat itu juga. Ingatlah, sebernanya orang yang menyerah
itu disebabkan karena ia tidak berani melangkah dan hanya diam di tempat
membiarkan masalah itu menang atas dirinya.
Bila keempat hal di atas sudah mampu
kita hindari, maka lanjutkanlah dengan 5 hal ini :
a) Lakukan
instropeksi.
Setiap orang bertanggung jawab atas
dirinya masing-masing. Oleh karenanya penting untuk mencari tahu apa penyebab
masalah itu bisa muncul. Cari tahu apakah ada kesalahan yang telah kita perbuat
sehingga menimbulkan masalah. Bila ternyata tidak ada, dan kesalahan itu ada
karena perbuatan rekan kita, jangan langsung menyalahkannya karena kita pun
tidak ingin disalah-salahkan saat berbuat kesalahan. Ingatlah bahwa tidak ada
orang yang tidak pernah berbuat salah dalam hidupnya. Maka cara terbaik setelah
menemukan akar masalah adalah dengan mencari jalan keluarnya, bukan malah
saling menyalahkan.
b) Carilah
nilai positifnya
Dunia tidak akan pernah berhenti
berputar biarpun kita sedang dilanda sejuta masalah. Diri kita adalah orang
yang paling memiliki peran dalam menangani masalah kita. Cobalah untuk
mengingat kembali pengalaman-pengalaman indah yang pernah kita lalui untuk
rehat sejenak. Siapa tahu setelah itu ide-ide akan langsung bermunculan dalam
benak kita karena pikiran kita yang sudah segar kembali.
c) Relakan
dirimu untuk berjuang
Masalah yang ada harus segera dihadapi.
Menunda-nunda masalah tanpa alasan yang jelas hanya akan menambah masalah baru.
Seberat apa pun masalah, pasti ada jalan keluarnya. Yang terpenting adalah
sejauh mana kita berani mengorbankan waktu, tenaga, biaya untuk menghadapinya.
Kebanyakan orang tidak berani berkorban menghadapi masalah. Mereka enggan
berjuang hingga akhirnya membiarkan saja masalah itu. Pada akhirnya justru
mereka akan semakin terjepit dengan masalah itu.
d) Berbagi
cerita
Curhat dengan teman, orang tua, saudara,
suami/istri, guru, atau siapa saja yang kita anggap baik dan tepat untuk bisa
membantu kita dalam memecahkan masalah. Tapi niatkanlah Tidak ada yang lebih
dapat membantu dan menolong kita kecuali Allah Swt yang telah menciptakan diri
kta. Oleh karenanya mendekatkan diri dan meminta pertolongan-Nya adalah
tindakan yang sangat tepat untuk dilakukan. Disebutkan dalam sebuah riwayat
bahwa pada suatu hari nabi Swt menemui para sahabatnya, lalu beliau bertanya,
“Bagaimana keadaan kalian pagi ini?” Mereka menjawab, “kami bersabar terhadap
musibah, bersyukur atas nikmah kelapangan, dan menerima semua ketetapan Allah.
“ Beliau bersabda, “Kalau begitu, kalian benar-benar orang muslim, demi Tuhan
pemliik ka’bah.”
berbagi
cerita untuk meminta nasihat dan jalan keluar, bukan untuk dikasihani dan ingin
agar orang lain merasa iba pada diri kita.
e) Terus
berdoa
Muhammad bin Ahmad
berkata, “Nabi Yahya disebut oleh Allah dengan syyid-padahal ia adalah seorang
hamba Allah = karena Nabi Yahya memiliki empat hal, yaitu dapat menguasai hawa
nafsu, dapat menguasai iblis, dapat menguasai lisan, dan dapat menguasai
kemarahan.”
Ingatlah, kemarahan yang berlebihan tidak akan pernah
menyelesaikan masalah, justru ia hanya akan menambah masalah baru. Kemarahan
itu justru akan menunjukkan bahwa sebenarnya diri kita tidak mampu mengatasi masalah.

0 Response to "Stop !! Jangan Terbawa Emosi "
Post a Comment