Stop !! Jangan Terbawa Emosi

            Kekalahan pertama seseorang saat menghadapi masalah adalah dirinya terbawa emosi. Seorang bijak berkata, “Barangsiapa menyangka bahwa dirinya mempunyai musuh yang lebih kuat dari pada dorongan nafsunya, berarti ia belum mengenal dirinya dengan baik.”
            Ya, tidak sedikit orang mengawali dengan langkah yang keliru saat menghadapi masalah. Mereka marah. Emosi mereka terpancing. Mereka merasa diremehkan hingga nafsu marah mereka bangkit dan mereka tidak mampu mengendalikannya.
Memanng tidak ada manusia di dunia ini yang mau punya masalah. Tapi mau atau tidak, kita semua akan kebagian masalah. Masalah itu timbul karena ada perbedaan atau kesenjangan antara apa yang diharapkan dan kenyataan hanya akan melakukan dua hal, yaitu tensi naik dan emosi membludak. Oleh karenanya apa yang perlu kita lakukan dalam menghadapi masalah?
Sedikitnya ada 4 hal yang harus kita hindari bila tertimpa masalah:
1.    Mengasingkan diri.
Biasanya mengasingkan diri dilakukan oleh seseorang karena merasa minder dan kecewa berat pada dirinya sendiri. Ia merasa orang lain lebih beruntung dari pada dirinya. Itulah sebabnya ia menjauhkan diri dari orang lain yang berhasil dan menutup pergaulan dengan mereka. Ia khawatir bila tetap bergaul dengan orang lain yang berhasil hanya akan menjadi bahan olok-olokan saja. Tentu saja kekhawatiran ini sama sekali tidak benar. Oleh karenanya bila tertimpa masalah, janganlah mengasingkan diri kita justru mengasingkan diri. Salah satunya adalah melakukan bunuh diri. Hati-hatilah saat kita stress sendirian di pojok ruangan, karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadipada diri kita selanjutnya.     


2.      Lepas kontrol.
Emosi yang tidak terkontrol justru hanya akan menambah masalah baru. Tidak ada masalah yang bisa diselesaikan dengan emosi yang meledak-ledak. Oleh karenanya tahanlah emosi Anda sebisa mungkin saat menghadapi masalah.

3.      Mencari kambing hitam.
Sangat mudah mencari kambing hitam bila masalah timbul. Tapi kalau kita mengetahui dengan baik, sebetulnya orang yang terbiasa mencari kambing hitam adalah orang yang malu karena melakukan kesalahan, lalu mereka mencoba melemparkan kesalahan itu pada orang lain. Padahal hanya orang-orang pengecut saja yang suka mencari kambing hitam. Mereka tidak mau jujur pada diri sendiri bahwa mereka telah melakukan kesalahan, dan justru ini hanya akan semakin memperkeruh masalah.

4.      Menyerah pada keadaan.
Tidak sedikit orang yang langsung terjatuh lemas begitu mendapat masalah. Semangat mereka rontok dan mereka langsung menyerah pada saat itu juga. Ingatlah, sebernanya orang yang menyerah itu disebabkan karena ia tidak berani melangkah dan hanya diam di tempat membiarkan masalah itu menang atas dirinya.

Bila keempat hal di atas sudah mampu kita hindari, maka lanjutkanlah dengan 5 hal ini :

a)      Lakukan instropeksi.
Setiap orang bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Oleh karenanya penting untuk mencari tahu apa penyebab masalah itu bisa muncul. Cari tahu apakah ada kesalahan yang telah kita perbuat sehingga menimbulkan masalah. Bila ternyata tidak ada, dan kesalahan itu ada karena perbuatan rekan kita, jangan langsung menyalahkannya karena kita pun tidak ingin disalah-salahkan saat berbuat kesalahan. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah dalam hidupnya. Maka cara terbaik setelah menemukan akar masalah adalah dengan mencari jalan keluarnya, bukan malah saling menyalahkan.

b)      Carilah nilai positifnya
Dunia tidak akan pernah berhenti berputar biarpun kita sedang dilanda sejuta masalah. Diri kita adalah orang yang paling memiliki peran dalam menangani masalah kita. Cobalah untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman indah yang pernah kita lalui untuk rehat sejenak. Siapa tahu setelah itu ide-ide akan langsung bermunculan dalam benak kita karena pikiran kita yang sudah segar kembali.

c)      Relakan dirimu untuk berjuang
Masalah yang ada harus segera dihadapi. Menunda-nunda masalah tanpa alasan yang jelas hanya akan menambah masalah baru. Seberat apa pun masalah, pasti ada jalan keluarnya. Yang terpenting adalah sejauh mana kita berani mengorbankan waktu, tenaga, biaya untuk menghadapinya. Kebanyakan orang tidak berani berkorban menghadapi masalah. Mereka enggan berjuang hingga akhirnya membiarkan saja masalah itu. Pada akhirnya justru mereka akan semakin terjepit dengan masalah itu.
                 
d)     Berbagi cerita
Curhat dengan teman, orang tua, saudara, suami/istri, guru, atau siapa saja yang kita anggap baik dan tepat untuk bisa membantu kita dalam memecahkan masalah. Tapi niatkanlah Tidak ada yang lebih dapat membantu dan menolong kita kecuali Allah Swt yang telah menciptakan diri kta. Oleh karenanya mendekatkan diri dan meminta pertolongan-Nya adalah tindakan yang sangat tepat untuk dilakukan. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa pada suatu hari nabi Swt menemui para sahabatnya, lalu beliau bertanya, “Bagaimana keadaan kalian pagi ini?” Mereka menjawab, “kami bersabar terhadap musibah, bersyukur atas nikmah kelapangan, dan menerima semua ketetapan Allah. “ Beliau bersabda, “Kalau begitu, kalian benar-benar orang muslim, demi Tuhan pemliik ka’bah.”

berbagi cerita untuk meminta nasihat dan jalan keluar, bukan untuk dikasihani dan ingin agar orang lain merasa iba pada diri kita.

e)      Terus berdoa
                        Muhammad bin Ahmad berkata, “Nabi Yahya disebut oleh Allah dengan syyid-padahal ia adalah seorang hamba Allah = karena Nabi Yahya memiliki empat hal, yaitu dapat menguasai hawa nafsu, dapat menguasai iblis, dapat menguasai lisan, dan dapat menguasai kemarahan.”
                       

                        Ingatlah, kemarahan yang berlebihan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru ia hanya akan menambah masalah baru. Kemarahan itu justru akan menunjukkan bahwa sebenarnya diri kita tidak mampu mengatasi masalah.

0 Response to "Stop !! Jangan Terbawa Emosi "

Post a Comment