Hidup Bersama Masalah
Mungkinkah
ada orang yang hidup tanpa pernah menghadapi masalah? Jawabnya tentu tidak ada
! Oleh karena itu jangan pernah takut pada masalah – karena takut atau pun
tidak – masalah itu tetap akan menemani setiap perjalanan hidup kita. Jangan
pernah pula untuk mencoba-coba bermusuhan dengan masalah karena justru ia akan
semakin menghantam kehidupan kita habis-habisan tanpa mengenal ampun. Dan
percayalah, sesungguhnya hantaman bertubi-tubi itu adalah akibat dari pola
pandang kita sendiri yang membenci masalah. Bila kita bersikap antipasti
terhadap masalah, maka bila masalah itu datang akan terasa sangat menyakitkan.
Maka mulai sekarang gunakanlah prinsip ini Masalahku
Sahabatku.
Sahabat
bias diartikan sebagai orang yang dekat dan akrab dengan diri kita. Sahabat
selalu hadir di
Bila kita bersikap
terhadap masalah, maka bila masalah itu dating akan terasa sangat menyakitkan.
Maka mulai sekarang gunakanlah prinsip ini Masalah
Sahabatku.
Tengah-tengah kehidupan
kita bahkan boleh jadi dia pun merupakan salah satu bagian dari hidup kita.
Sahabat juga adalah orang yang setia pada kita, dan mampu mengajak kita meraih
masa depan yang lebih baik. Kira-kira seperti itulah makna sahabat yang bias
kita definisikan secara mudah.
Bagi sebagian orang hal-hal tersebut bukanlah suatu
masalah yang berarti, tapi bagi sebagian lainnya hal-hal tersebut merupakan
suatu masalah yang besar. Mengapa bias demikia? Penulis teringat pada kata-kata
Aa gym “Yang menjadi masalah sebenarnya
bukan masalahnya, tapi sesungguhnya yang menjadi masalah adalah bagaimana sikap
kita dalam menghadapi masalah.”
Ya, itulah poin yang pertama,
yaitu sikapnya yang salah dalam menghadapi masalah sehingga menimbulkan masalah
lain bagi dirinya sendiri. Padahal setiap orang pasti berhadapan dengan
masalah, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bahkan bukan tidak mungkin
dirinya malah justru membuat masalah atau menjadi sumber masalah. Itulah
sebabnya sikap menghadapi masalah ini menjadi penting dan harus menjadi nomor
satu dalam pembahasan kita.
Poin kedua adalah pembiasaan diri. Bagi orang dewasa,
sikat gigi sebelum tidur bukanlah suatu masalah besar karena mereka sudah
terbiasa melakukannya. Tapi mungkin bagi anak-anak di bawah 10 tahun, sikat
gigi sebelum tidur bias jadi masalah besar karena mereka belum terbiasa
melakukannya, berwudhu sebelum tidur bias jadi masalah, sehingga mereka enggan
melakukannya. Tapi bagi mereka yang sudah
terbiasa melakukannya, berwudhu tidur dianggap sebagai masalah yang
ringan bdan mereka tidak terbebani dengan hal itu.
Salahkah bila kita menyebut masalah sebagai sahabat?
Sebenarnya apa yang melatar belakangi istilah ini? Mudah saja, layaknya kita
memiliki sahabat, maka kita pasti mengenal betul sifatnya kita memiliki
sahabat, maka kita pasti mengenal betul sifatnya. Karakternya, kebiasannya, dan
baik buruknya. Pendek kata sebagian besar mengenai diri sahabat kita itu sudah
kita kenali luar dalam. Begitu pun dengan masalah. Bersahabat dengan masalah
artinya kita harus mengenal betul masalah-masalah yang menghadang dalam
kehidupan kita. Kenali secara spesifik asal mula masalah itu bias timbul,
kemudian dampak yang bias ditimbulkan dari masalah itu, dan juga altenatif
tindakan yang bias kita lakukan dalam menghadapi masalah. Dari sanalah kita
akhirnya bias mengambil sikap terbaik dalam menyelesaikan masalah kita. Dan
layaknya bergaul dengan seorang sahabat, maka hadapilah masalah kita dengan
akrab canda gurau, sambil tetap mencoba memetik hikmah dari setiap waktunya.
Ya, mulai saat ini sadarilah bahwa hidup ini pasti penuh
dengan masalah. Sungguh mengerikan bila ada orang yang tidak menyadari bahwa
hidupnya penuh dengan masalah, karena hidupnya penuh dengan masalah, karena
hidupnya tidak akan pernah bergerak maju. Masalah itu tidak bisa tidak – suka
atau tidak suka – pasti akan terus menyertai perjalanan hidup kita. Oleh
karenanya bersahabatlah dengan masalah, jangan memusuhinya. Bila bersahabat
dengan masalah akan membuat kita lebih dapat menikmati hidup, tapi bila
memusuhi masalah akan membuat kita lebih dapat menikmati hidup, tapi bila
memusuhi masalah dan tidak dapat menikmati hidup. Ucapkanlah dengan penuh
antusias “ Selamat datang masalah!”

0 Response to "CARA HIDUP AKUR DENGAN MASALAH"
Post a Comment