CARA HIDUP AKUR DENGAN MASALAH

 Hidup Bersama Masalah
Mungkinkah ada orang yang hidup tanpa pernah menghadapi masalah? Jawabnya tentu tidak ada ! Oleh karena itu jangan pernah takut pada masalah – karena takut atau pun tidak – masalah itu tetap akan menemani setiap perjalanan hidup kita. Jangan pernah pula untuk mencoba-coba bermusuhan dengan masalah karena justru ia akan semakin menghantam kehidupan kita habis-habisan tanpa mengenal ampun. Dan percayalah, sesungguhnya hantaman bertubi-tubi itu adalah akibat dari pola pandang kita sendiri yang membenci masalah. Bila kita bersikap antipasti terhadap masalah, maka bila masalah itu datang akan terasa sangat menyakitkan. Maka mulai sekarang gunakanlah prinsip ini Masalahku Sahabatku.
            Sahabat bias diartikan sebagai orang yang dekat dan akrab dengan diri kita. Sahabat selalu hadir di
Bila kita bersikap terhadap masalah, maka bila masalah itu dating akan terasa sangat menyakitkan. Maka mulai sekarang gunakanlah prinsip ini Masalah Sahabatku.
         
Tengah-tengah kehidupan kita bahkan boleh jadi dia pun merupakan salah satu bagian dari hidup kita. Sahabat juga adalah orang yang setia pada kita, dan mampu mengajak kita meraih masa depan yang lebih baik. Kira-kira seperti itulah makna sahabat yang bias kita definisikan secara mudah.
          
  Mengacu pada makna sahabat di atas, penulis mengumpamakan sahabat itu bukanlah seseorang. Lalu siapakah sahabat terdekat kita selain orang? Ya, jawabnya adalah masalah. Cobalah untuk menghitung berapa masalah yang harus kita hadapi dalam satu hari? Pastinya kita tidak pernah mampu menghitung jumlahnya karena saking banyaknya. Lihat saat kita baru bangun tidur saja paling sedikit sudah 7 masalah yang harus kita hadapi. Bau mulut, bau badan, kebelet buang air kecil, baju tidur yang baud an kusut, sprei tempat tidur yang berantakan, rambut yang acak-acakan, dan terakhir, perut yang lapar dan tenggorokan yang kering kerontang. Begitu bangun tidur, kita beranjak ke kamar mandi. Boleh jadi di dalam kamar mandi pun ada masalah yang harus kita hadapi. Diganngu adik kita yang juga ingin segera mandi supaya tidak terlambat ke sekolah, air di bak mandi yang dingin, bau WC yang menyengat, dan seterusnya.
            Bagi sebagian orang hal-hal tersebut bukanlah suatu masalah yang berarti, tapi bagi sebagian lainnya hal-hal tersebut merupakan suatu masalah yang besar. Mengapa bias demikia? Penulis teringat pada kata-kata Aa gym “Yang menjadi masalah sebenarnya bukan masalahnya, tapi sesungguhnya yang menjadi masalah adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi masalah.”
Ya, itulah poin yang pertama, yaitu sikapnya yang salah dalam menghadapi masalah sehingga menimbulkan masalah lain bagi dirinya sendiri. Padahal setiap orang pasti berhadapan dengan masalah, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bahkan bukan tidak mungkin dirinya malah justru membuat masalah atau menjadi sumber masalah. Itulah sebabnya sikap menghadapi masalah ini menjadi penting dan harus menjadi nomor satu dalam pembahasan kita.
            Poin kedua adalah pembiasaan diri. Bagi orang dewasa, sikat gigi sebelum tidur bukanlah suatu masalah besar karena mereka sudah terbiasa melakukannya. Tapi mungkin bagi anak-anak di bawah 10 tahun, sikat gigi sebelum tidur bias jadi masalah besar karena mereka belum terbiasa melakukannya, berwudhu sebelum tidur bias jadi masalah, sehingga mereka enggan melakukannya. Tapi bagi mereka yang sudah  terbiasa melakukannya, berwudhu tidur dianggap sebagai masalah yang ringan bdan mereka tidak terbebani dengan hal itu.
            Salahkah bila kita menyebut masalah sebagai sahabat? Sebenarnya apa yang melatar belakangi istilah ini? Mudah saja, layaknya kita memiliki sahabat, maka kita pasti mengenal betul sifatnya kita memiliki sahabat, maka kita pasti mengenal betul sifatnya. Karakternya, kebiasannya, dan baik buruknya. Pendek kata sebagian besar mengenai diri sahabat kita itu sudah kita kenali luar dalam. Begitu pun dengan masalah. Bersahabat dengan masalah artinya kita harus mengenal betul masalah-masalah yang menghadang dalam kehidupan kita. Kenali secara spesifik asal mula masalah itu bias timbul, kemudian dampak yang bias ditimbulkan dari masalah itu, dan juga altenatif tindakan yang bias kita lakukan dalam menghadapi masalah. Dari sanalah kita akhirnya bias mengambil sikap terbaik dalam menyelesaikan masalah kita. Dan layaknya bergaul dengan seorang sahabat, maka hadapilah masalah kita dengan akrab canda gurau, sambil tetap mencoba memetik hikmah dari setiap waktunya.
            Ya, mulai saat ini sadarilah bahwa hidup ini pasti penuh dengan masalah. Sungguh mengerikan bila ada orang yang tidak menyadari bahwa hidupnya penuh dengan masalah, karena hidupnya penuh dengan masalah, karena hidupnya tidak akan pernah bergerak maju. Masalah itu tidak bisa tidak – suka atau tidak suka – pasti akan terus menyertai perjalanan hidup kita. Oleh karenanya bersahabatlah dengan masalah, jangan memusuhinya. Bila bersahabat dengan masalah akan membuat kita lebih dapat menikmati hidup, tapi bila memusuhi masalah akan membuat kita lebih dapat menikmati hidup, tapi bila memusuhi masalah dan tidak dapat menikmati hidup. Ucapkanlah dengan penuh antusias “ Selamat datang masalah!”

0 Response to "CARA HIDUP AKUR DENGAN MASALAH"

Post a Comment